BeritaSubang

Subang Ngabret ! Layanan KTP-KK Kini Deket, Cukup di Kecamatan Mulai Agustus

76
×

Subang Ngabret ! Layanan KTP-KK Kini Deket, Cukup di Kecamatan Mulai Agustus

Share this article
Ngabret Subang

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, dekat, dan adaptif. Bertempat di Aula Pemda Subang, Selasa (17/6/2025), digelar Forum Konsultasi Publik bertema “Pemanfaatan Pengaduan Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Layanan Administrasi Kependudukan”.

Forum ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, dengan kehadiran Bupati Subang Reynaldy Putra Andita (Kang Rey), Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi (Kang Akur), Anggota Komisi II DPR RI Ateng Sutisna, dan Deputi Pelayanan Publik Kementerian PANRB Otok Kuswandaru.

Dalam sambutannya, Kang Rey langsung membuka forum dengan semangat dan pesan kuat soal arah kebijakan pelayanan publik Subang yang semakin progresif.

Baca Juga : PKS Odyssey’25 : Petualangan Imajinatif Siswa SMAN 1 Subang Menjelajah Dunia Kreativitas

“Alhamdulillah hari ini kita berkumpul pada acara Forum Konsultasi Publik dengan tema ‘Pemanfaatan Pengaduan Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Layanan Administrasi Kependudukan’. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Bapak Ateng Sutisna, Anggota Komisi II DPR RI Dapil Jabar IX dan Bapak Otok Kuswandaru, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB beserta jajaran. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat kualitas layanan publik, khususnya pada bidang administrasi kependudukan, yang menyangkut langsung hak sipil dasar setiap warga negara.” ungkapnya.

Kang Rey menyampaikan rencana besar Subang dalam mendekatkan layanan administrasi kependudukan ke tingkat kecamatan. Targetnya, mulai Agustus 2025, layanan seperti KTP dan KK bisa diselesaikan tanpa harus ke Disdukcapil.

Baca Juga : Setelah Lapak Dibongkar, Jalancagak Jadi Gelap dan Sepi : Warga Mulai Was Was

“Insyaallah di Agustus nanti, layanan administrasi seperti KTP dan KK bisa selesai di kecamatan… Ini bentuk kemudahan akses pelayanan yang sedang kami dorong.”

Ia juga menyoroti kecepatan sebagai kunci dalam era pelayanan publik modern, bahkan menyebut Subang saat ini sedang “Ngabret”.

“Subang lagi ‘Ngabret’. Ngabret itu lari kencang. ASN sedang saya ajak lari cepat… masyarakat butuh respons cepat. Bahkan saya sengaja melantik pejabat di jalan rusak agar lebih peka terhadap persoalan di masyarakat. Setiap malam jam 7, para Kepala Dinas ‘ deg – degan ‘ karena aduan media sosial saya aktif. Minggu lalu ada 145 laporan masuk, 79 selesai. Saya share ke grup, keesokannya harus sudah selesai. Kalau belum, saya tegur langsung saat briefing. Karena masyarakat butuh respon cepat. ”

Baca Juga : Ketimpangan Akses Pendidikan di Subang : 12 Kecamatan Masih Belum Memiliki SMA Negeri

Tak hanya sistem dan kebijakan, Kang Rey juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang saling melengkapi dan pengaduan masyarakat yang dianggap sebagai sumber evaluasi, bukan hambatan.

“Saya dan Wakil Bupati saling melengkapi. Saya Ngabret, beliau kalem dan paham regulasi. Kami sepakat, pelayanan harus berpihak ke masyarakat. Kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pengaduan masyarakat, baik secara manual maupun digital. Pengaduan adalah bagian dari proses evaluasi dan inovasi layanan”

Di akhir sambutannya, Kang Rey menutup dengan gaya khasnya yang humanis.

Baca Juga : Polemik PWI : Tokoh Pers Nasional Minta Wartawan Tidak Terjebak Narasi Menyesatkan

“Melalui forum ini, saya berharap muncul banyak ide dan masukan. Kita semua hadir sebagai mitra perubahan, demi menciptakan layanan yang tidak hanya sesuai standar, tapi memenuhi harapan masyarakat. Dan terakhir, jangan lupa coba nasi timbel dan etong Subang, Pak, ” tutupnya, disambut tawa peserta.

Sementara itu, Deputi Pelayanan Publik KemenPANRB Otok Kuswandaru menguatkan bahwa pelayanan publik yang baik adalah bentuk nyata kehadiran negara yang membangun kepercayaan masyarakat.

“Pelayanan publik saat ini bukan sekadar urusan administrasi. Ini adalah tentang kehadiran negara yang harus benar-benar dirasakan masyarakat. Intinya: membangun kepercayaan. Dan kepercayaan hanya lahir jika kita responsif,” ujar Otok.

Baca Juga : Dihadiri Ratusan Siswa, SDIT Alamy Gelar Haflah Akhirussanah Angkatan Ke-14

Otok menyoroti pentingnya responsivitas, bahkan sebelum aduan muncul.

“Responsif itu bukan hanya menjawab aduan, tapi peka terhadap kebutuhan masyarakat dan menyediakannya. Saya lihat Pak Bupati sudah mempraktikkan itu dengan cepat. Mudah-mudahan responsivitasnya terus meningkat.”

Ia juga menyoroti posisi strategi kepala daerah, termasuk bupati dan wali kota, yang menjadi ujung tombak pelayanan publik langsung kepada masyarakat.

” Masyarakat saat ini bukan hanya penerima layanan, tetapi juga bagian dari masyarakat global. Layanan publik harus berbasis pengalaman pengguna dan melibatkan warga secara aktif. ”

Baca Juga : Lebih Dari Sekedar Ibadah, Ini Cara As-Syifa Tanamkan Pendidikan Karakter Lewat Qurban

Sebagai penutup, Otok menyampaikan tiga arah strategis pelayanan publik nasional :
1. Inovasi layanan berbasis pengguna
2. Percepatan digitalisasi layanan
3. Penguatan omni-channel-integrasi layanan daring dan luring yang konsisten dan ramah pengguna.

Ia pun memuji langkah Subang yang dinilai sudah mengarah ke sistem pelayanan omni-channel—terintegrasi dan berorientasi pengguna.

“Omni-channel bukan cuma banyak saluran. Semua saluran harus terhubung, konsisten, dan ramah pengguna. Itu arahan dari Ibu Menteri PANRB dan Presiden Prabowo. Dan Subang saya lihat sudah menuju ke sana,” pungkasnya sebelum membuka acara dengan lafaz Bismillahirrahmanirrahim.

Baca Juga : Qurban Berdampak As-Syifa Peduli : Menebar Kebaikan Hingga ke Palestina

Setelah membuka acara secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Buku Top Inovasi oleh Deputi Yanlik, pemberian cinderamata oleh Bupati, serta keynote speech oleh Ateng Sutisna, anggota Komisi II DPR RI.

Forum ini bukan hanya momentum diskusi kebijakan, tapi juga refleksi nyata bahwa pelayanan publik di Subang tidak hanya mengejar efisiensi, tapi juga kepedulian dan kecepatan merespons kebutuhan warga.

Sumber : jabarpress.com