BeritaSubang

Tutup LRP 2025 di Pamanukan, Kang Akur : Pemulihan Ekonomi Dampak Tol Patimban Harus Berkelanjutan

25
×

Tutup LRP 2025 di Pamanukan, Kang Akur : Pemulihan Ekonomi Dampak Tol Patimban Harus Berkelanjutan

Share this article
Tutup LRP 2025 di Pamanukan Pemulihan Ekonomi Dampak Tol Patimban Harus Berkelanjutan

PAMANUKAN, Elshifa.net – Halaman Kantor Kecamatan Pamanukan meriah dengan nuansa adat Sunda dan atraksi Sisingaan pada Kamis (08/01/2026). Kemeriahan ini menandai penutupan resmi Livelihood Restoration Program (LRP) Tahun 2025 sekaligus pembukaan Bazar UMKM yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M.

Dalam sambutannya, Camat Pamanukan Bambang Edi Purwanto, S.Sos., M.M mengapresiasi atas pelaksanaan Bazar Livehood Restoration Program (LRP) yang diselenggarakan di Kecamatan Pamanukan.

“Selamat datang di Kecamatan pamanukan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengikuti pelaksanaan Livelihood Restoration Program (LRP) sejak pembukaan program saat menjabat sebagai Camat Tambakdahan, hingga kini kembali hadir pada momentum penutupan LRP Tahun 2025 di Kecamatan Pamanukan.

“Istilahnya kau yang memulai kau yang mengakhiri,” tuturnya.

Program LRP merupakan inisiatif strategis untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat yang terkena dampak pembangunan proyek nasional Jalan Tol Akses Patimban.

Dalam sambutannya, Team Leader OCG dan Associates, Mr. Kenji Ishizuka, menjelaskan bahwa LRP bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan langkah nyata pemulihan mata pencaharian.

“Program LRP 2025 dilaksanakan dengan tujuan untuk memulihkan mata pencaharian warga yang terdampak pembuatan jalan tol akses patimban,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Mery, yang mewakili Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat, menekankan pentingnya menciptakan peluang ekonomi baru, terutama di sektor permukiman dan pertanian.

“Untuk meminimalkan dampak yang muncul maka diadakan program LRP dengan sasaran utama kelompok rentan serta warga terdampak,” ungkap Mery.

Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur, memberikan apresiasi tinggi terhadap dampak nyata program ini. Menurutnya, LRP telah menjadi jembatan bagi masyarakat untuk bangkit secara mandiri melalui kewirausahaan.

“Program ini terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, membuka peluang kerja, serta mendorong tumbuhnya kewirausahan,” tutur Kang Akur.

Beliau juga menekankan bahwa semangat pemberdayaan ini tidak boleh berhenti saat program berakhir. Ia mendorong agar kegiatan serupa terus berlanjut melalui dukungan berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

“Kabupaten Subang sangat membutuhkan kegiatan-kegiatan tertentu langsung dengan kebutuhan ekonomi rakyat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Kang Akur memohon doa agar di sisa masa kepemimpinannya, ia dapat menuntaskan amanah pembangunan, khususnya infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi ekonomi.

“Jika jalan bagus maka Insha Allah, masyarakatnya sejahtera,” pungkasnya.

Apresiasi untuk Mitra Kolaborasi
Sebagai bentuk syukur atas suksesnya program yang berjalan sejak 2023 hingga 2025, dilakukan pemberian penghargaan kepada 10 mitra strategis yang terdiri dari dinas dan lembaga teknis:

  1. BPP Lembang
  2. BBPSI Sukamandi
  3. Disnakertrans Subang
  4. DKUPP Subang
  5. Dinas Pertanian Subang
  6. Dinas Perikanan Subang
  7. Dinas Peternakan Subang
  8. Dinas Kesehatan
  9. DP2KBP3A Subang
  10. BLK Subang

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (DKI Jakarta-Bandng), kepala pelaksanakan kerja jabar, TL OCG, TL LRP, Forkopimda, Anggota DPRD, Kapolres Subang/mewakili, kepala BP4D, Camat Pamanukan, Para Camat, Tim TP2D, Para Kepala Desa, tokoh masyarakat pemuda dan peserta bazar.

Sumber : Jabarpress.com