BeritaNasionalOlahraga

Tolak Sistem Kerja Remote, PSSI Wajibkan John Herdman Menetap di Indonesia

20
×

Tolak Sistem Kerja Remote, PSSI Wajibkan John Herdman Menetap di Indonesia

Share this article
Tolak Sistem Kerja Remote PSSI Wajibkan John Herdman Menetap di Indonesia 1
(Dok. PSSI)

SUBANG, Elshifa.net – Era baru Timnas Indonesia segera dimulai. Penggemar sepak bola Tanah Air kini tengah menanti kedatangan pelatih anyar asal Inggris, John Herdman, yang dijadwalkan tiba di Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026.

Mantan pelatih Timnas Kanada di Piala Dunia 2022 ini ditunjuk secara resmi oleh PSSI untuk mengisi kursi pelatih kepala skuad Garuda. Herdman hadir menggantikan Patrick Kluivert, yang masa baktinya telah berakhir pada Oktober 2025 lalu.

Kepastian mengenai jadwal mendaratnya sang nahkoda baru dikonfirmasi langsung oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji. PSSI pun bergerak cepat untuk menyiapkan proses penyambutan bagi pelatih yang dikenal dengan tangan dinginnya tersebut.

“John Herdman datang tanggal 12 Januari 2026,” ujar Sumardji kepada awak media di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

Pada kedatangan perdananya ini, Herdman diketahui akan datang seorang diri tanpa didampingi jajaran asisten pelatih asing. PSSI juga telah menyiapkan sesi perkenalan resmi kepada publik dan media di hari yang sama.

“Ya, tanggal 12. Jika ada perubahan tanggal, nanti akan kami informasikan kembali,” kata Sumardji.

Salah satu poin menarik dalam kesepakatan kontrak kali ini adalah syarat mutlak mengenai domisili. PSSI mewajibkan John Herdman untuk menetap dan tinggal di Indonesia selama menjabat. Kebijakan ini diambil agar sang pelatih dapat memantau perkembangan sepak bola nasional secara langsung dan intensif.

Sumardji mengungkapkan bahwa Herdman menunjukkan komitmen tinggi terhadap syarat tersebut, bahkan bersedia memboyong keluarganya ke Tanah Air.

“Hal utama, dia mau tinggal di Indonesia itu jadi pertimbangan utama,” ungkap Sumardji. “Nah, dia sendiri bilang, ‘jika Indonesia memang memilih saya, maka saya dengan keluarga ke Indonesia’,” tambahnya.

Selain komitmen menetap, John Herdman juga menyepakati aturan mengenai komposisi staf kepelatihan. PSSI membatasi jumlah asisten asing yang dibawa guna memberikan ruang lebih besar bagi talenta pelatih lokal Indonesia.

“Dia bilang, saya akan membawa paling banyak dua sampai tiga orang,” tutur Sumardji.

Dengan pembatasan tersebut, Herdman diharapkan dapat melakukan transfer ilmu secara efektif kepada para asisten pelatih lokal yang akan membantunya menakhodai skuad Garuda.

“Selebihnya dia akan mengambil semuanya pelatih-pelatih asisten lokal dari Indonesia,” jelas Sumardji. “Hal-hal yang mendasar itulah yang akhirnya kami sepakat memilih John Herdman,” pungkas Sumardji.

Langkah ini dipandang sebagai strategi cerdas PSSI untuk menyerap ilmu kepelatihan kelas dunia sekaligus menjaga pemahaman kultur sepak bola nasional tetap terjaga di dalam tim kepelatihan.

Sumber : GenMillenial.id