BeritaJawa Barat

Bongkar Konflik Internal, Wagub Jawa Barat Ungkap Kekecewaan Terhadap Sekda : ” Saya Tidak Pernah Dihargai! “

65
×

Bongkar Konflik Internal, Wagub Jawa Barat Ungkap Kekecewaan Terhadap Sekda : ” Saya Tidak Pernah Dihargai! “

Share this article
Wagub Jabar Ungkap Kekecewaan Terhadap Sekda

SUBANG – Ketegangan di lingkaran pimpinan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mencuat. Kali ini, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, secara terbuka meluapkan kekecewaannya terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman yang dinilai telah bertindak di luar kewenangan.

Usai menghadiri acara di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (30/6/2025), Erwan mengaku kecewa karena kerap tidak dilibatkan dalam agenda penting pemerintahan, termasuk pelantikan pejabat, yang seharusnya setidaknya diinformasikan kepadanya sebagai Wakil Gubernur.

“Saya sangat kecewa, ini akumulasi dari kekecewaan saya. Beberapa kali ada pelantikan kepala dinas, jangankan dilibatkan, diberitahu saja saya tidak,” kata Erwan.

Baca Juga : Tuntas Tepat Waktu ! Kemenkum Jabar Kawal Langsung Pengesahan 253 KD/KMP di Subang

Erwan menegaskan, ia tidak meminta perlakuan istimewa, namun hanya mengharapkan komunikasi yang semestinya sebagai bentuk penghargaan terhadap jabatan publik yang diembannya.

“Kan seharusnya seorang sekda itu memberitahu, minimal ngasih tahulah, Pak hari ini akan ada pelantikan, dinas ini, dinas itu. Saya tidak pernah titipan-titipan itu ini. Silakan Pak Gubernur dan Pak Sekda yang ngatur itu. Tapi minimal saya dikasih tahu. Walau bagaimanapun saya ini wakil gubernur, sepaket dipilih oleh masyarakat,” tegasnya.

Erwan juga membantah pernyataan Herman yang mengklaim telah berkomunikasi dengannya. Menurutnya, tidak pernah ada panggilan maupun ajakan untuk bertemu secara langsung dari Herman.

Baca Juga : SDN Maulana Yusup Roboh, DPRD Subang Minta Disdik Evaluasi Infrastruktur Sekolah

“Pak Sekda sampaikan beberapa statement bahwa dia sudah ada komunikasi dengan saya. Demi Allah tidak ada sampai saat ini, tidak ada telepon atau ngajak ketemu langsung, tidak,” ujar Erwan.

Kekecewaan ini bahkan menyeret sejarah pribadi hubungan keduanya. Erwan menyebut dirinya pernah membantu Herman memperoleh jabatan Sekda di Kabupaten Sumedang, sebelum akhirnya menjabat sebagai Sekda Provinsi.

“Padahal sejarahnya sebelum menjadi Sekda Provinsi Jawa Barat, beliau ada Sekda Sumedang. Ketika ingin jadi Sekda Sumedang, dia memelas tengah malam ke rumah saya. Sekarang sudah jadi sekda ke Sumedang, terus jadi sekda provinsi dia nggak ngehargai saya sama sekali. Itu yang saya sangat sayangkan. Minimal komunikasi,” ucapnya.

Baca Juga : Kang Rey Tegas ! Tolak Siapapun yang Mengatasnamakan Dirinya Demi Proyek

Saat ditanya soal adanya retakan dalam struktur kepemimpinan Pemprov Jabar, Erwan mengakui hal tersebut dan bahkan menilai kondisi ini sudah terjadi cukup lama.

“Memang ada keretakan, ini kenyataan. Satu lantai, saya lewat tidak pernah ada (komunikasi). Bukan tidak boleh kerja di lapangan, tetapi sekda itu kan seharusnya mengkoordinasi, rapim dengan kepala dinas bagaimana mengoordinasikan program-program yang dibuat oleh Pak Gubernur, oleh saya, bukan di lapangan,” katanya.

Menurut Erwan, peran Sekda seharusnya menjembatani antara program-program lapangan dengan birokrasi teknis, bukan mengambil alih peran pihak lain.

Baca Juga : Peluang Karier di RSUD Subang : Rekrutmen Terbuka untuk Dokter Umum dan Perawat

“Biarkan Pak Gubernur di lapangan, saya juga sekali-kali ke lapangan, tapi ya sekda itu jangan seperti itu, jangan ambil alih kerjaan orang, sementara kerjaan sendiri nggak dikerjakan,” kritiknya.

Erwan juga menyinggung soal serangan yang datang dari media sosial, yang menurutnya dilakukan oleh pendukung Sekda. Namun ia menyatakan tak gentar.

“Mohon maaf, saya selama ini diserang oleh netizen-netizennya sekda, silakan serang lagi saya sekarang, saya nggak takut. Ini kenyataan, demi Jawa Barat saya nggak rela seperti ini terus,” tegasnya.

Baca Juga : Rotasi Jabatan Strategis, Bupati Subang Tunjuk Indri Tandia Tangani Krisis Dishub

Ia menegaskan bahwa dirinya maju bukan untuk mencari materi, tetapi untuk bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai pejabat publik.

“Terus terang saya maju di Jawa Barat ingin menyejahterakan masyarakat Jawa Barat, saya ingin kerja dengan benar, ingin benahi, bukan nyari apa-apa. Materi saya cukup dari orang tua saya juga, saya punya perusahaan dengan orang tua saya. Saya ingin benar saja kerja, sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” ucap Erwan.

Erwan juga menyayangkan aktivitas Sekda yang dinilai telah melampaui batas, termasuk kehadirannya dalam agenda di Rindam III Siliwangin pada minggu (29/6/2025), yang menurutnya bukan bagian dari tugas seorang sekda.

Baca Juga : Milad ke-24 Ponpes Raudlatul Hasanah, Wagub Jabar : Jaga Akhlak dan Perkuat Ukhuwah Islamiyah

“Sudah di luar batas, saya katakan sudah di luar batas. Sudah di luar kewenangan-kewenangan dia. Terakhir kemarin, di Rindam, itu kan bukan tugas seorang sekda,” katanya.

Meski situasi memanas, belum ada upaya mediasi dari Gubernur, Dedi Mulyadi. Erwan mengaku siap kapan saja bila diperlukan dialog untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Saat ini Pak Gubernur masih di lapangan. Pak Gubernur belum memanggil saya ataupun sekda untuk di-clear-kan seperti apa. Saya terbuka kapan pun siap,” pungkas Erwan.

Sumber : detik.com