SUBANG, Elshifa.net – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Subang dalam beberapa hari terakhir berdampak serius terhadap sektor pertanian. Ratusan hektar lahan persawahan di Kecamatan Patokbeusi dilaporkan tergenang air, memicu kekhawatiran petani akan ancaman gagal panen.
Kepala UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Patokbeusi, H. Haris Ismail., STP., MM, menyampaikan bahwa berdasarkan rekapitulasi data lapangan per 25 Januari 2026, total luas sawah yang terdampak genangan mencapai 225 hektar.
“Genangan air ini tersebar di lima desa diantaranya di
Desa Rancaasih Wilayah terdampak paling luas yakni 150 Ha, meliputi area Poktan Mekar Wangi (55 Ha), Sekar Wangi II (40 Ha), dan Mekar Rahayu I (55 Ha) untuk Desa Rancabango Luas genangan 42 Ha, mencakup Blok Pulo (20 Ha, usia padi 45-50 HST) dan Blok Pasir Hurip (22 Ha, usia padi 60-65 HST).
Desa Rancajaya Luas genangan 20 Ha di Blok Srijaya VI (usia padi 55 HST) dan Desa Gempolsari Luas genangan 10 Ha di Blok Awisan (Poktan Mekar Rahayu III) serta
Desa Rancamulya Luas genangan 3 Ha di Poktan Taruna Tani Cahaya Mandiri (usia padi 50-55 HST),” jelasnya melalui Sambungan Selulernya,Minggu (25/1).
Ia menuturkan bahwa kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar, mengingat sebagian besar tanaman padi yang tergenang telah memasuki fase pertumbuhan krusial.
“Mengingat rata-rata usia tanaman padi telah memasuki fase vegetatif akhir hingga generatif (45-65 HST), genangan air yang berkepanjangan berisiko tinggi merusak malai padi dan menyebabkan gagal panen (puso),” tuturnya
Selain ancaman puso, petani juga dibayangi potensi kerugian ekonomi yang tidak kecil. Kerugian tersebut mencakup biaya pengolahan lahan menggunakan traktor, biaya sarana produksi pertanian (saprodi) seperti benih, serta pupuk yang telah diaplikasikan namun hanyut terbawa genangan air.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Patokbeusi menyiapkan langkah mitigasi dan tindak lanjut guna meringankan beban petani terdampak.
“Langkah mitigasi dan tindak lanjut menanggapi situasi darurat ini, Kami akan mengusulkan bantuan pengganti untuk sawah yang tergenang air. Karena, tanaman padi sudah tergenang air selama 2 minggu berturut-turut. sehinga padi sudah tidak bisa terselamatkan,” Pungkasnya.
Sumber : Indometro.id











