BeritaSubang

Tidak Berjalan Dengan Baik, Program Bantuan Dinas Peternakan Subang Disinyalir Keluar dari Petunjuk Teknis

256
×

Tidak Berjalan Dengan Baik, Program Bantuan Dinas Peternakan Subang Disinyalir Keluar dari Petunjuk Teknis

Share this article
Kendala Program Pertanian Uppo Upland Kabupaten Subang

SUBANG, Elshifaradio.com – Satu dari sekian banyak tumpukan masalah kembali terjadi mengerumuni kelompok tani penerima program bantuan pemerintah lewat Kementerian Pertanian yang dinamai kegiatan UPPO Upland Projek.

Kendala Program Pertanian Uppo Upland Kabupaten Subang

Tumpukan masalah yang terjadi dikalangan kelompok petani tersebut adalah salah satunya dampak dari kelalaian Dinas Pertanian Kabupaten Subang atas program bantuan yang disinyalir keluar dari petunjuk teknis.

Faktanya, hingga kini bantuan dan program pemerintah pusat untuk melatih para petani dari mulai mengolah hingga beralih menggunakan pupuk hewani tersebut, yaitu penyaluran bantuan dengan nama kegiatan The Development of integrated farming system in upland areas (uplan) hingga kini masih sangat amburadul.

Bahkan diakui oleh Manager Upland Projek Kabupaten Subang, Johan mengatakan, untuk delapan kelompok petani penerima bantuan Uppo tahun 2023 dengan nilai bantuan masing-masing kelompok 250 juta rupiah, masih dalam pemantauan intens.

“Untuk yang delapan kelompok hampir semua Dombanya lengkap, kecuali kita masih pantau yang Sukakerti dan Cijambe,” kata Johan.

Untuk yang Cijambe kata Johan, kemarin sewaktu pelatihan di Bandung sudah komunikasi dengan pasilitator desa.

” Saya sudah komunikasi untuk Cijambe katanya barang dari mulai domba, cator sudah ada, makanya saya langsung komunikasi dengan konsultan untuk perivikasi ke lapangan, mengecek apa yang di konfirmasi Pasdes itu benar atau salah, paling besok kita turun ke lapangan,” ungkapnya.

Jadi intinya tambah johan, petani masih perlu pelatihan bagaimana cara pengolahan pupuk tersebut, di samping itu juga terkait dengan jumlah pengadaan Domba sudah di tentukan, jangan sampai berkurang dengan alasan yang tidak dituangkan melalui berita acara.

Berita Terkait : All Out, Pj Bupati Majalengka Adakan Rapat Penanganan TPA Heuleut

” Disamping masih perlu pelatihan pengolahan pupuk, petani juga harus melaporkan jumlah Domba yang sudah di tentukan dalam juknis, misalnya kalau Domba itu berkurang dengan akibat adanya kematian, maka petani harus membuat berita acaranya, tidak cukup hanya berupa poto,” imbuhnya.

Menanggapi pernyataan dari Manager Upland, Ketua LSM Barakataktak, Omay Komarudin mengatakan, sah-sah saja seorang manager memberi pernyataan seperti itu. Namun faktanya pula, Kegiatan Uppo ini pada tahun 2023 perealisasian anggarannya. Kenapa masih ada kelompok tani yang baru mau melaksanakan kegiatan tersebut.

Berita Terkait : Cetak Sejarah, Tim Thomas dan Uber Indonesia Berhasil Melaju Final

Dari awal kata Omay, kami LSM Barakataktak sudah menduga bahwa program tersebut banyak terjadi penyimpangan.

” Kita sudah melayangkan surat pemberitahuan aksi yang akan di gelar hari senin minggu depan, kami harapkan untuk jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Konsultan Upland, Manager Upland, untuk bisa mejelaskan di mimbar aksi terkait Program Uppo tersebut, agar terang benderang,” pungkasnya.

Sumber : menitsembilan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *