BeritaSubang

Langkah Awal Penulisan Buku Sejarah Kasomalang Dimulai, Gedong Sinder Creative Gelar FGD Ilmiah

7
×

Langkah Awal Penulisan Buku Sejarah Kasomalang Dimulai, Gedong Sinder Creative Gelar FGD Ilmiah

Share this article
Langkah Awal Penulisan Buku Sejarah Kasomalang Dimulai Gedong Sinder Creative Gelar FGD Ilmiah
Forum Group Diacusion (FGD) Penelitian Buku Sejarah Kasomalang (dok : Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

SUBANG, Elshifa.net – Upaya pelestarian dan pendokumentasian sejarah lokal Kasomalang mulai memasuki tahap serius. Gedong Sinder Creative menginisiasi Forum Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal penelitian penyusunan buku sejarah Kasomalang yang komprehensif dan berbasis kajian ilmiah.

FGD ini menjadi forum awal yang mempertemukan pegiat sejarah, akademisi, tokoh masyarakat, hingga pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi mengenai arah penelitian dan kerangka penulisan buku. Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkaya literasi sejarah lokal Subang, khususnya wilayah Kasomalang, yang selama ini belum terdokumentasi secara sistematis.

Jaelani Husni bersama Ajat, owner komunitas Subang Lawas, menekankan pentingnya penguatan literasi sejarah lokal sebagai fondasi identitas daerah. Mereka menilai sejarah Kasomalang perlu ditulis secara utuh agar tidak hanya dipahami, tetapi juga diwariskan kepada generasi mendatang.

“Sejarah lokal Kasomalang memiliki nilai penting sebagai sumber belajar. Ini bukan sekadar catatan masa lalu, tapi juga dapat menjadi rujukan kebijakan pemerintah desa dan mendukung pengembangan potensi wisata berbasis sejarah,” ujar Jaelani dalam diskusi tersebut pada Kamis (15/1/2026).

Dalam FGD tersebut, disepakati bahwa fokus penelitian sejarah akan dibatasi pada periode kolonial hingga masa kemerdekaan dan revolusi fisik. Adapun di luar periode itu, pembahasan akan diarahkan pada tujuh bab latar belakang yang mengulas konteks sosial, budaya, serta peran tokoh-tokoh lokal dalam perjalanan sejarah Kasomalang.

Selain itu, kajian mengenai asal-usul dan makna nama Kasomalang juga menjadi bagian penting dalam penelitian. Pendekatan ini diharapkan mampu menempatkan sejarah Kasomalang sebagai “local history” yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

FGD ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Sekretaris Kecamatan, Kepala Desa Kasomalang Kulon, unsur kecamatan, Kang Pepen dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Ulul Fahmi Fauzy, Kang Yono selaku pegiat sejarah lokal, aparatur Desa Kasomalang, Sahabat Edukasi, Kasi Kesos Kasomalang, hingga Kang Deni Oddo yang memberikan masukan sebagai pembawa acara sekaligus owner Gedong Sinder Creative Center.

Kehadiran para pihak tersebut juga menjadi bagian dari proses permohonan izin serta dukungan moral terhadap rencana penelitian sejarah Kasomalang. Para peserta sepakat bahwa penelitian akan dilakukan dengan pendekatan historiografi yang diperkaya disiplin ilmu lain agar hasilnya lebih mendalam dan komprehensif.

Penelusuran data sejarah akan merujuk pada sumber kolonial, termasuk peta tahun 1847, arsip tertulis, serta cerita lisan masyarakat. Selain itu, keluarga besar H. Atmo yang memiliki akses terhadap sejumlah sumber sejarah juga menyatakan dukungannya, dengan tetap mengedepankan etika penelitian serta izin dari pemilik sumber.

Melalui FGD ini, proses penulisan buku sejarah Kasomalang diharapkan dapat berjalan secara partisipatif, ilmiah, dan menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian sejarah lokal di Kabupaten Subang.

Sumber : Pasundan Ekspres