MOTDMuharam

Memaknai Sejarah dan Keutamaan Bulan Muharram

17
×

Memaknai Sejarah dan Keutamaan Bulan Muharram

Share this article
masjid nabawi5
sumber foto : google

Tahun hijriyah atau disebut juga sebagai tahunnya umat islam ini di awali dengan bulan penuh berkah yaitu bulan Muharram. Muharram itu sendiri berasal dari kata haram yang artinya suci atau terlarang. Asal mula pemilihan nama muharram tersebut dikarenakan sejak zaman dahulu pada bulan ini ada larangan untuk berperang dan melakukan pembunuhan.

Bulan yang disebut juga sebagai bulan Allah ini memiliki begitu banyak keistimewaan. Karena, pada bulan tersebut banyak terjadi peristiwa penting, baik pada zaman sebelum adanya Rasulullah Saw sampai pada zaman Rasulullah Saw memimpin peradaban islam. Oleh karena itu, pada bulan Muharram banyak keutamaan dan amalan yang dapat kita yakini dan kerjakan.

Keutamaan bulan muharram yang pertama adalah bulan ini termasuk empat bulan haram (suci). Allah SWT berfirman di dalam Q.S At-Taubah ayat 36 yang artinya :

“ Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas , (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyirikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa”

Empat bulan yang dimaksud dalam Q.S At-Taubah ayat 36 ini adalah bulan Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Ashurul Haram (bulan haram) yang termasuk bulan muharram ini adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT karena pada bulan-bulan tersebut terdapat kesucian. Salah bentuk kesucian itu adalah kaum muslimin dilarang berperang kecuali terpaksa karena diserang oleh kaum kafir serta kaum muslimin juga dilarang untuk mendekati perbuatan-perbuatan tercela pada bulan haram.

Keutamaan yang kedua seperti yang disebutkan sebelumnya, bulan muharram disebut juga sebagai syahrullah atau bulan Allah. Rasulullah Saw bersabda :

“ Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa syahrullah (bulan Allah) yaitu bulan Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam” (HR. Muslim)

Selain karena penjelasan dari sabda Rasulullah Saw di atas, bulan Muharram disebut sebagai bulan Allah karena pada bulan tersebut Allah melarang umatnya untuk membunuh dan juga karena bulan muharram merupakan bulan pertama dalam tahun hijriyah.

Masih berkaitan dengan hadist sebelumnya, Rasulullah Saw menyebutkan tentang puasa utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Pada bulan muharram ada dua puasa sunnah yang dapat dikerjakan oleh umat islam yaitu, puasa tasu’a dan puasa asyura. Puasa tasu’a adalah puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram Sedangkan, puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram, keutamaan dari puasa asyura adalah dapat menghapusnya dosa selama satu tahu. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah Saw :

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ Artinya : Rasulullah ditanya mengenai puasa asyura , Beliau menjawab “ ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu” (HR . Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *