BeritaSubang

Penemuan Mayat Pria Bersimbah Luka di Subang Terungkap, Korban Diketahui Konsultas Asal Toraja

16
×

Penemuan Mayat Pria Bersimbah Luka di Subang Terungkap, Korban Diketahui Konsultas Asal Toraja

Share this article
Penemuan Mayat Pria Bersimbah Luka di Subang Terungkap Korban Diketahui Konsultas Asal Toraja
Foto : Seorang mayat laki-laki ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah perkebunan milik warga di Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (3/1/2026). (dok.Istimewa).

SUBANG, Elshifa.net – Identitas pria yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di area perkebunan milik warga Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Hengky Rumba (66), seorang konsultan asal Toraja yang selama ini bekerja dan berdomisili di Jakarta.

Penemuan jasad Hengky sebelumnya sempat menggegerkan warga sekitar. Korban ditemukan pada Sabtu (3/1/2026) siang oleh seorang anak kecil yang tengah memetik buah nangka bersama ayahnya. Lokasi penemuan berada di area kebun yang relatif jauh dari permukiman warga.

Kondisi jasad korban yang ditemukan penuh luka sayatan, terutama di bagian wajah dan leher, menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan. Aparat kepolisian menduga kuat Hengky merupakan korban pembunuhan.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono melalui Kasat Reskrim Polres Subang AKP Bagus Panuntun menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan penyelidikan lanjutan masih dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

Autopsi terhadap jenazah korban telah dilaksanakan. Hasil sementara menunjukkan adanya unsur kekerasan, meski hingga kini motif pasti dan pelaku masih dalam proses pengembangan oleh penyidik.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Hengky Rumba dikenal sebagai warga Toraja yang beraktivitas di Jakarta sebagai konsultan. Kerabat korban, David Allorerung, menyebut pihak keluarga belum mengetahui alasan korban berada di wilayah Subang sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Beliau kerja sebagai konsultan di salah satu perusahaan di Jakarta. Kami belum tahu kenapa beliau ada di Subang. Kita tunggu perkembangan penyelidikan dari Polisi,” ujarnya.

Sementara itu, hasil penelusuran awal aparat menemukan fakta bahwa korban sempat terekam kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Rekaman CCTV menunjukkan Hengky melintas seorang diri menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa di area kebun. Sepeda motor serta ponsel milik korban dilaporkan hilang dan diduga dibawa oleh pelaku.

Kasus ini pun menarik perhatian publik dan menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk legislatif. Dugaan kuat tindak pidana pembunuhan membuat proses penegakan hukum diharapkan berjalan cepat, transparan, dan profesional.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (Purn) Drs Frederik Kalalembang (JFK), menunjukkan respons cepat atas peristiwa tersebut. Pada Minggu (4/1/2026), Frederik menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga korban sekaligus memastikan bahwa kasus ini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Begitu menerima informasi awal, Frederik langsung berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mengingat kuatnya indikasi pembunuhan terhadap korban.

“Atas nama pribadi dan sebagai wakil rakyat, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ini peristiwa yang sangat memprihatinkan dan menyisakan luka, khususnya bagi keluarga besar Toraja,” ujar Frederik dalam keterangannya.

Menurut Frederik, pengungkapan kasus semacam ini menuntut ketelitian dan pendekatan yang komprehensif. Ia menekankan pentingnya identifikasi menyeluruh, penggalian keterangan saksi di sekitar lokasi, penelusuran pergerakan korban sebelum kejadian, serta pendalaman seluruh bukti pendukung, termasuk rekaman CCTV dan keberadaan barang-barang milik korban.

Langkah-langkah tersebut dinilai krusial agar rangkaian peristiwa dapat terungkap secara objektif dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan. Hingga kini, publik masih menanti hasil penyelidikan lanjutan dari kepolisian terkait kasus pembunuhan yang mengguncang Subang tersebut.

Sumber : Lampusatu.com