Berita

Paparkan Intervensi Penanganan Kasus Stunting, Kabupaten Subang Capai Prevalensi 18,7%

279
×

Paparkan Intervensi Penanganan Kasus Stunting, Kabupaten Subang Capai Prevalensi 18,7%

Share this article
Kabupaten Subang Capai Prevalensi 187 Kasus Stunting

SUBANG, Elshifaradio.com – Penjabat (Pj) Bupati Subang, Imran melaksanakan pemaparan secara virtual dalam rangka penilaian kinerja stunting Kabupaten Subang tahun 2024 oleh Tim Penilai Kinerja Stunting Provinsi Jawa Barat, bertempat di Ruang Rapat Bupati II. Rabu, 29 Mei 2024.

Dalam paparannya, Pj. Bupati Subang menjelaskan bahwa penanganan stunting yang ada di Kabupaten Subang tidak lepas dari visi dan misi Kabupaten Subang yakni bersih, maju, dan berkarakter.

Terkait dengan penanganan kondisi stunting yang ada di Kabupaten Subang, Pj. Bupati menjelaskan berbagai intervensi yang telah dilaksanakan oleh Kabupaten Subang. Dirinya berharap, intervensi tersebut dapat mewujudkan target zero new stunting.

“Kita sangat berharap konvergensi percepatan untuk penurunan stunting mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi, itu bisa kita laksanakan secara optimal, tentunya untuk mendukung pencapaian dari Jawa Barat zero new stunting,” kata Imran

Pj. Bupati menjelaskan, kegiatan dalam percepatan penurunan stunting dilaksanakan secara sinergi dengan multisektor, seperti dengan Forkopimda, Organisasi perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan unsur pentahelix lainnya.

Berita Terkait : Polisi Kembali Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Kecelakaan Bus Rombongan SMK Lingga Kencana

Pj. Bupati Subang juga menjelaskan prevalensi kasus stunting di Kabupaten Subang pada tahun 2023 berada di angka 18,7%, dimana angka tersebut berada di bawah prevalensi Jawa Barat yang berada di angka 21,7%. Dirinya berharap angka tersebut dari waktu ke waktu akan terus menurun dengan berbagai intervensi yang dilakukan.

“Tingkat prevalensi yang ada di tingkat provinsi Jawa Barat yaitu 21,7%, terkait dengan untuk Kabupaten Subang dapat kita lihat ini datanya untuk tahun 2023 ini sebesar 1,96% atau sebanyak 1667 balita. Saya berharap Tentunya dengan berbagai intervensi yang dilakukan oleh pemerintah, oleh organisasi perangkat daerah, angka prevalensi ini bisa turun untuk tahun 2024 maupun 2025 yang akan datang,” katanya

Salah satu intervensi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam penanganan stunting adalah dengan Program Bapak Asuh Anak Stuntin (BAAS). Program yang melibatkan multisektor tersebut, merupakan sebuah forum dimana para sektor memberikan bantuan bagi para anak stunting hingga pemberian multivitamin bagi para ibu hamil.

Berita Terkait : Bersih dari Kecurangan, Operator PPDB Jabar 2024 Hingga Kepala Sekolah Tanda Tangan Pakta Integritas

“Melaksanakan Forum Bapak asuh anak stunting melalui surat keputusan Bupati Tahun 2022 yang lalu dengan sasaran balita 6 sampai dengan 59 bulan, ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronis, termasuk juga kita berikan bantuan ya kepada sasaran sasaran ini apakah itu dalam bentuk itu pemberian telur, kemudian susu, maupun tablet multivitamin yang mengandung zinc dan kalsium,” paparnya

Selain itu, dijelaskan pula bahwa dari berbagai rencana kegiatan terkait penanganan stunting, telah terealisasi sebesar 99,4% dan hanya 0,6% yang tidak terealisasi.

“Realisasi 99,4%, hanya 0,6% yang tidak tercapai, terdapat 19 program kegiatan untuk intervensi, hanya ada satu program dan kegiatan yang telah tercapai, yakni terkait dengan remaja putri yang mengkonsumsi tablet tambah darah,” pungkasnya.

Sumber : Tintahijau.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *